Light of Hope
Bismillahirrohmanirrohim,
Halo teman-teman dunia maya, perkenalkan saya adalah Rina Septiani. Saat ini saya menjabat sebagai guru Bahasa Inggris di SMPN Kedungwuni, sebuah sekolah negeri di kecamatan Kedungwuni, kabupaten Pekalongan, provinsi Jawa Tengah. Ini adalah kesempatan kedua saya membuat blog, yang mana dulu lebih ke blog tentang menulis dan berbagi cerita kehidupan. Kali ini saya mencoba kembali membuat blog dengan tujuan berbagi kisah saya sebagai guru, terlebih agar bisa saling berbagi kasih dengan sesama yang membutuhkan.
Izinkan saya berbagi cerita, pengalaman saya di sekolah tempat saya mengajar. Awalnya ketika ada acara Pembagian Hasil Belajar Tengah Semester Ganjil, hari Sabtu 18 Oktober 2025, ada seorang wali murid bernama Pak Edi orang tua dari siswa yang bernama Qori' Ajeng Pertiwi. Beliau berkata baru saja ditagih toko siswa karena belum membayar uang seragam dan atribut sekolah. Lalu beliau menceritakan bahwa sehari-hari bekerja sebagai juru parkir di lingkungan masjid dengan penghasilan sehari antara Rp. 35.000 - Rp. 45.000. Untuk uang saku Ajeng Rp. 10.000 dan kakaknya yang sekolah di SMKN Kedungwuni Rp. 15.000. Beliau menambahkan, bahkan untuk makan siang dan malam hari itu masih harus sering berhutang ke warung tetangga, ditambah lagi dalam waktu dekat akan mengadakan acara 'mendhak pindho' atau peringatan dua tahun istrinya.
Tumbuh rasa iba mendengar cerita beliau. Pak Edi bertanya, apakah ada keringanan dari sekolah? Saya jawab, sekolah saat ini tidak bisa diharapkan karena dana BOS sudah banyak peruntukannya, adanya PTT dan GTT yang cukup banyak menjadi kendalanya. Selain itu, di kelas saya VII C ada beberapa siswa juga yang belum bisa melunasi uang seragam. Jadi beberapa anak belum bisa memakai seragam yang sama dengan teman-temannya yang lain. Terutama seragam batik, kotak, dan olah raga. Jumlah Rp. 750.000 - 800.000 bagi mereka cukup besar. Apalagi yang pekerjaannya tidak menentu.
Maka dari itu, saya ingin mengetuk hati teman-teman, apabila ada rezeki lebih dan terketuk hatinya membaca cerita saya, sudilah kiranya berbagi dengan mereka. Seberapun dari teman-teman, akan sangat membantu mereka. Mari kita ulurkan tangan, agar mereka bisa semangat sekolah dan tersenyum kembali.


Komentar
Posting Komentar